16/10/2009
Bandung - Kerusakan aset Kodam III Siliwangi di wilayah bencana di Jawa Barat tercatat hampir mencapai Rp 10 Miliar. Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Rasyid Qurnuen Aquary berharap pemerintah daerah dan pusat bantu perbaikan aset tersebut.
Hal itu dikatakan Rasyid seusai melepas bantuan untuk korban gempa Jabar di Makodam III Siliwangi, Jalan Aceh, Jumat (16/10/2009). "Kita ajukan bantuan ke Pemprov untuk kerusakan aset, soal berapa yang dikucurkan kita lihat saja," kata Rasyid.
Perihal permohonan bantuan itu, ujarnya, berdasarkan komitmen pemerintah daerah terkait wilayah yang terkena musibah gempa bumi beberapa bulan lalu. Pemerintah berjanji membantu siapapun baik itu sipil atau militer terhadap kerusnakakan yang ditimbulkan pasca gempa.
Sementara itu, imbuhnya, jumlah kerusakan yang ditaksir mencapai Rp 10 miliar itu, baru berdasarkan hitungan kasar pihak Kodam. "Masih hitungan kasar. Kalaupun ternyata ada kekurangan kita akan usahakan untuk menutupi kekurangan itu semaksimal mungkin," ujarnya.
"Saya yakin Panglima TNI tidak akan tinggal diam untuk membantu kita," ujarnya optimis.
Kerusakan aset Kodam III Siliwangi, sebut Pangdam, berupa rusaknya Sekolah Calon Tamtama (Secata) di Pangalengan dan beberapa markas Korem yang ada di Jabar. "Pasca gempa semua aktifitas dipindahkan ke tenda karena tidak memungkinkan untuk dipakai," kata Rasyid.
3 Truk Bantuan
Dalam kesempatan yang sama, Kodam III Siliwangi turut menyumbangkan bantuan berupa sembako untuk 3 wilayah bencana gempa, yaitu di Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis.
Sumbangan tersebut dikumpulkan dari perwira di lingkungan Kodam III Siliwangi dan 11 Badan Pelaksana Kodam (Balakdam) III Siliwangi.
(ahy/ern)
Komentar
Belum komentar...
| Hari Ini | : | 44 |
| Kemarin | : | 123 |
| Online | : | 6 |
| Semua | : | 80.679 |




